Kamis, 05 Maret 2015

Ini Kata World Bank Tentang Banjir Jakarta

Banjir Jakarta 2014 merupakan momen tepat untuk menjatuhkan Jokowi. Lawan-lawan politik Jokowi sampai menyarankan Jokowi untuk minta maaf karena terjadinya banjir Jakarta.

Jokowi ini memang fenomenal. Eksistensinya berada di tengah bencana di areanya melebihi eksistensi Presiden maupun menteri-menteri terkait. Sedemikian tunggang langgangnya Jokowi mengupayakan agar masyarakat DKI tidak kebanjiran, sedemikian rupa sehingga menteri PU Djoko Kirmanto meng-complaint Jokowi: “Tugasnya sudah banyak, jangan ngambil-ngambil wewenang pusat”.

Rupanya, banjir Jakarta ini gara-gara pemerintah pusat tidak melakukan penanggulangan banjir yang cukup, sehingga saat Jokowi datang menanggulanginya, menteri PU meminta Jokowi untuk tidak mengambil kewenangan pusat ini.

Titik banjir di zaman Foke sejumlah 78 titik, lalu turun menjadi 62 titik setelah dibangunnya BKT. Sementara, jaman pak Jokowi titik banjir tersebut turun menjadi 45 titik dan saat ini ada 35 titik.

Artinya: Foke “mengurangi” banjir Jakarta sebanyak 21% dalam waktu 5 tahun. Jokowi mengurangi banjir Jakarta sebanyak 44% dalam waktu 1 tahun.

Saya sebut Foke “mengurangi” banjir Jakarta, karena tidak ada complaint dari menteri PU bahwa Foke mengambil pekerjaan pemerintah pusat, artinya pengurangan banjir era Foke dikerjakan oleh pemerintah pusat, bukan oleh Foke.

Urusan penanggulangan banjir ini sudah direncanakan jauh hari sebelum Jokowi menjabat 15 Oktober 2012. Terlihat dari disetujui pinjaman kepada bank dunia kepada Kementrian Pekerjaan Umum/DKI Jakarta tanggal 17 Januari 2012 sebesar US$ 139.64 juta dari total biaya proyek sebesar US$ 189.85 juta. Proyek tersebut terdiri dari: Natural disaster management 55%, Water resource management 40% dan Other urban development 5%.

.

13902690871520410449

Sumber: World Bank

.

Progress pekerjaan penanggulangan banjir tersebut bisa dilihat dari jumlah uang yang telah dibelanjakan untuk mengerjakan proyek penanggulangan banjir, sebesar US$ 5 juta, atau 3,6% dari total proposal penanggulangan banjir.

Maka, jangan heran jika Jakarta masih kebanjiran, karena belanja proyek penanggulangan banjir baru 3,6% dari total proposal.

Lebih parah lagi, jika anda melihat laporan hasil kerja penanggulangan banjir, maka anda akan melihat laporan didominasi dengan : No Result dan Not Yet Started.
Mari kita lihat kolom procurement berikut:

.

13902692111650709324

Sumber: World Bank

.

Perhatikan tanggal-tanggal di atas. Terlihat bahwa pekerjaan baru dimulai tahun 2013. Artinya pada jaman Jokowi. Sementara jaman Foke, pekerjaan hingga invitation for prequalification saja.

Melihat dana penanggulangan banjir yang turun baru digunakan sebesar 3,6%, dan menteri PU meminta Jokowi untuk tidak mengambil kewenangan pemerintah pusat. Serta progress penanggulangan banjir era Foke hanya 21% selama kurun waktu 5 tahun, sementara Jokowi 44% dalam waktu 1 tahun. Bisakah anda menyimpulkan, siapa sebenarnya di sini yang harus minta maaf?

.

- Esther Wijayanti -

Caleg Susuk Pocong di Negeri Krompyang Krompyang

Alkisah, di negeri Krompyang Krompyang, tante Susuk Pocong Rintihan Kuntilanak Perawan Pelukan Hantu Janda Gerondong yang pernah digrebeg berduaan sama Raja Dangdut itu, kini maju untuk jadi caleg di Dapil Neraka. Berhadapan dengan cucu sang Presiden sebagai saingannya. Sementara sang Raja Dangdut memproklamirkan dirinya jadi Calon Presiden.

Tante Susuk Pocong Rintihan Kuntilanak Perawan Pelukan Hantu Janda Gerondong ini cantik jelita. Manis manja. Kulit putih bling-bling ber-tas Hermes. Dan yang penting: berjilbab. Penampilan barunya ini disyukuri semua orang, karena jauh lebih baik daripada foto-fotonya seronoknya yang beredar di internet. Nggak taunya mau nyaleg. Kirain tobat.

Diwawancara oleh mbak Pintar yang di tivi swasta itu, Tante Susuk Pocong Rintihan Kuntilanak Perawan Pelukan Hantu Janda Gerondong menjelaskan program-programnya kalau dipilih oleh rakyat Dapil Neraka. Masyarakat jelata kayak mbok Sadem dan mas Ucok nonton saja.

P: Apa janji anda kepada masyarakat?

SPRKPPHJG: Saya tidak berjanji. Karena dalam janji ada kebohongan.

P: Apa target anda?

SPRKPPHJG: Kita lihat nanti.

P: Anda punya kemampuan?

SPRKPPHJG: Saya harus yakin.

P: Anda punya rencana?

SPRKPPHJG: Saat ini pikiran saya masih berubah-ubah.

P: Apa yang ingin anda lakukan bagi masyarakat?

SPRKPPHJG: Membawa perubahan kemiskinan.


P: Dengan cara apa?

SPRKPPHJG: Kita lihat nanti.

P: Jadi politisi ada hak budgeting, anggaran, itu perlu lobi politik. Itu sudah anda pelajari?

SPRKPPHJG: Dengan kedekatan saya dengan petinggi-petinggi, saya yakin akan memuluskan jalan saya membawa aspirasi masyarakat.

P: Sikap partai anda terhadap perda syariah bagaimana?

SPRKPPHJG: Penting. Saya perlu mengetahui, tapi tak perlu ikut campur ke sana.

P: Siapa yang mengajak anda jadi caleg?

SPRKPPHJG: Menteri Agama.

Krompyaaanggg…. pak Menteriiiii…. Ini caleg apa Dangdut Pantura?

“Semua warga negara kan berhak mencalonkan diri. Ini kan negara demokrasi” kata mas Ucok.

Hla iya mas Ucookk…. Calon anggota legislatif mana yang nggak mau ikut campur urusan perda? Hah?! Hah?! Trus kita gaji pake pajak kita!?? Hah?! Hah?!

Mbok Sadem melongo saja nonton drama percalegan di negeri Krompyang Krompyang ini. Singkong gorengnya sampai gosong.

.

- Esther Wijayanti -

Ayo Gotong Royong Bantu Jokowi Atasi Banjir

Kasihan juga Jokowi disalahkan oleh banyak orang karena banjir Jakarta minggu ini. Padahal banjir Jakarta tidak sebesar tahun lalu. Pengerjaan tanggul dan waduk belum selesai, tapi hujan tidak menunggu tanggul dan waduk selesai. Masyarakat komplen. Pekerjaan infrastruktur 30 tahun yang tidak dikerjakan dianggap salah Jokowi yang tidak mampu menyelesaikan pekerjaan yang tertunda 30 tahun itu dalam sekejap.

Sebagai masyarakat Jakarta, saya kasihan juga melihat Jokowi dan Ahok dihujat orang banyak. Ingin membantu, tapi tidak tahu apa yang bisa saya lakukan.

Akhirnya, saya mulai dari hal kecil. Lingkungan saya. Tidak usahlah saya menunggu pihak kelurahan membuat saluran air yang dahulu ada sekarang sudah tidak ada. Tidak usahlah saya mencak-mencak sama RW yang membangun pos RW ilegal di atas tanah komplek dan menutup saluran air. Tidak usahlah saya membuat proposal pada RT. Inisiatif saja sendiri. Tidak perlu mengandalkan RT/RW apalagi kelurahan.

Jadi saya panggil tukang kebun lepas yang biasa membersihkan halaman rumah saya. Saya suruh membersihkan selokan sepertiga komplek. Selesai dalam setengah hari tanpa rapat RT segala. Dua pertiga komplek sisanya, nanti saja lihat perkembangan aliran air hujan.

Selain itu, saya juga membeli bor biopori untuk membuat lubang resapan air. Jadi, biar sedikit, saya membuat sumur resapan di area rumah saya. Kapan-kapan, kalau tetangga setuju, jumlah lubang resapan akan diperluas ke area taman-taman depan rumah tetangga.
Kerja yang sedikit yang saya lakukan minggu lalu, ternyata memberi dampak bagus. Area rumah saya bebas genangan air saat hujan deras minggu ini.

Nah, hanya itu yang bisa saya lakukan untuk membantu Jokowi. Jokowi tentu saja tidak bisa bekerja berdua saja dengan Ahok untuk menghilangkan banjir Jakarta. Kita, segenap warga Jakarta, yang ingin Jakarta bebas banjir, perlu membantunya dengan mengatasi banjir mulai dari lingkungan kita sendiri. Tidak membuang sampah di saluran air. Dan membersihkan saluran-saluran air. Kalau anda tidak bisa mengerjakan sendiri, harga jasa tukang sekitar Rp.100.000 – Rp. 150.000 sehari kerja membersihkan selokan cukup memberikan efek berarti bagi lingkungan.

Mari kita gotong royong mengatasi banjir Jakarta. Ayo bantu Jokowi !

.

- Esther Wijayanti -

Terimakasih Jokowi, Saya Tidak Kebanjiran Lagi

Berbagai pertanyaan yang masuk ke handphone saya akhir pekan ini, menanyakan situasi banjir di area saya sungguh membingungkan saya. Banjir? Banjir apa? Area saya kering tanpa genangan air. Saya bertanya kepada supir bajaj, apakah di jalan raya banjir, katanya hanya genangan air se-mata kaki. Saya ke pasar, setiap musim hujan pasar ini banjir se-lutut. Bahkan tahun lalu, pasar ini banjir hingga se-dada orang dewasa. Namun kali ini tidak banjir.

Foto-foto berikut ini adalah foto-foto di area jalan raya di luar komplek perumahan saya di Jakarta saat banjir tahun lalu. Difoto dengan handphone dari jembatan penyeberangan. Sekarang area ini kering, tanpa banjir.

Sepertinya, langkah Jokowi mengurangi banjir sudah menunjukkan hasil biarpun sedikit. Semoga banjir bisa benar-benar hilang dari Jakarta.

Terimakasih pak Jokowi.. Terimakasih pak Ahok.. kami tidak kebanjiran lagi.

.

13897513751490870683

.

1389751541585474166

.

- Esther Wijayanti -

Gara-gara Sop Janda

13896713131117085039


Foto kiriman teman.

.

Seperti biasa, group alumni di Whatsapp riuh rendah. Penuh tawa, penuh guyon. Sebuah persahabatan yang kompak dan menyenangkan. Pembicaraan seringkali tidak nyambung. Tapi seru-seru saja. Tempat ketawa-ketiwi setiap hari. Seperti biasa, kalau kumpul-kumpul pasti acaranya makan-makan. Karena Jakarta sudah dua hari diguyur hujan, maka yang paling enak makan sop. Usulan kali ini Sop Janda.

Arif: “Enak juga nih makan sop, cari yang anget-anget. Enaknya makan apa ya?”

Yonef: “Ayo makan apa?”

Arif: “Ada nih sop janda”

Arif memposting baliho papan nama sebuah rumah makan. Sop Janda Panasss… Pedass… Kecut

Yonef: “Jauh amat itu warung, apa nggak ada cabangnya yang dekat?”

Arif: “Jakarta ada cabangnya”

Beny: “Yonef belagak pilon, dia kan langganannya janda..”

Ayu: “Kalian ini bukannya menyantuni janda, kok malah membully janda, sampai di sop segala, dipasang di baliho.”

Arif: “Lebaayy…”

Aby memposting foto profile Yonef. Pakai jas, keren.

Arif: “Caleg mana nih..”

Aby: “Menteri muda urusan wanita muda”

Busri: “Menteri muda urusan janda muda”

Arif: “Sop janda muda”

Busri: “Ngomong-ngomong soal janda, siapa sih kawan kita yang sudah janda?”

Yonef: “Datanya ada di Arif”

Busri: “Emangnya Arif kolektor janda ?”

Ayu: “Boleh juga tuh ide lu. Siapa kawan kita yang udah janda?”

Busri: “Elo mau daftar?”

Ayu: “Datanya kan udah ada di Arif”

Busri: “Arif customer ya? Apa kolektor?”

Ayu: “Mana gue tau. Tapi boleh juga tuh ide lu. Siapa kawan-kawan kita yang janda. Jadi kawan-kawan pria bisa jadi customer. Kita bisa setarakan kawan-kawan kita yang janda dengan pelacur.”

Busri: “Jangan dong Yu!”

Ayu tidak merespon. Tidur saja. Hari sudah malam.

Pagi hari, handphone mulai berbunyi. Seperti biasa ucapan selamat pagi dari kawan-kawan. Tiba-tiba Nur meng-copy paste tulisan Ayu.

Nur: “Mana gue tau. Tapi boleh juga tuh ide lu. Siapa kawan-kawan kita yang janda. Jadi kawan-kawan pria bisa jadi customer. Kita bisa setarakan kawan-kawan kita yang janda dengan pelacur. Astagfirullah…!! apa ini maksudnya???”

Tidak ada yang menjawab. 10 menit.. 15 menit..

Nur: “Kenapa pada diam? Apa ini maksudnya?”

Tidak ada yang menjawab.

Nur: “Ayu, saya minta penjelasan, apa maksud pernyataan ini??”

Ayu: “Menurut teman-teman sih, janda bisa dikoleksi, bisa disop, bisa juga diperdagangkan, makanya ada customernya”

Nur: “Astagfirullaaahh…. !!!”

Nur terdengar shock. Suaminya belum lama ini meninggal dunia.
Nur: “Gue lagi di luar negeri, kangen sama temen-temen, kenapa kok kalian begini? Apa janda itu kotor sehingga dijadikan guyonan seperti ini? Kira-kira dong kalau becanda. Coba posisikan diri kalian pada posisi saya. Emangnya enak dianggap pelacur? Astagfirullah…!!”

Teman-teman diam.

Nur: “Saya kerja halal kok dijadikan guyonan seperti ini? Kampungan sekali becandanya. 
Nggak punya empati sama perasaan orang lain. Administrator mana nih administrator?? Kenapa jadi begini group ini??”

Mampus deh. Admin diamuk.

Uki: “Haduuhh… ada apa ini kok ribut-ribut pagi-pagi? Kawan-kawan, coba yaa kalau bercanda jangan kelewatan begitu. Nur.. saya atas nama teman-teman minta maaf. Nyebut ya Nur.. nyebut.. saya atas nama teman-teman minta maaf.. “

Nur: “Astagfirullah..”

Taufik: “Astagfirullah..”

Yonef: “Maafin kita ya Nur.. kita kelewatan bercandanya..”

Nur: “Astagfirullah..”

Kasihan. Terasa sekali kalau Nur sedemikian shock. Belum lama jadi janda, jadi belum terbiasa dengan guyonan disetarakan dengan pelacur oleh lingkungan.

Yonef: “Ayo teman-teman, kita minta maaf sama Nur. Maaf ya Nur.. kita benar-benar kelewatan.”

Semua diam. Tidak ada yang minta maaf.

Beny: “Kampungan sekali becandanya. Nggak punya empati sama perasaan orang lain. Administrator mana nih administrator?? Kenapa jadi begini group ini??!!!”

Beny meng-copy paste tulisan Nur, ditambahi tanda seru. Entah apa maksudnya. Namun tetap tidak minta maaf.

Dalam situasi seperti ini, setiap orang terlihat jati dirinya. Ada yang tidak turut berbuat tetapi berinisiatif pertama kali meminta maaf atas nama yang berbuat, ada yang langsung minta maaf, ada yang tidak mau minta maaf, ada yang malah marah kepada yang dibully.
Kling.

Handphone Ayu berbunyi. BBM dari Evy, wanita tangguh itu.

“Gue ada salah apa ya sama temen-temen sampai dijadiin bahan guyonan seolah gue ini pelacur? Padahal gue kerja halal, dan nggak pernah sekalipun rumah tangga temen-temen gue gangguin”.

Ayu menghela nafas. Apakah persahabatan bisa seperti dulu lagi jika kawan-kawan memandang para janda di antara komunitas sendiri setara dengan pelacur, menjadikannya guyonan, membully dan mentertawakannya? Sementara para janda ini adalah wanita baik-baik yang bekerja keras dengan halal agar anak-anaknya dapat menyelesaikan sekolah?

Di dekat Ayu duduk Yuni, sahabatnya yang sudah datang pagi itu. Dia menceritakan persoalan di group ini. Yuni seorang janda. Mantan suaminya kedapatan pacaran dengan remaja berusia 14 tahun, yang sering mengunjungi suaminya dengan diantar orang tuanya.

Bagaimana jika guyonan soal janda diganti dengan remaja putri?

Siapa yang punya anak remaja? mungkin di antara kawan-kawan kita ada yang mau menyatroninya, jadi customernya, atau mengkoleksinya? Anak anda bisa juga diiklankan sebagai Sop Remaja Panasss… Pedass… Kecut.

Apakah kita masih bisa tertawa-tawa jika teman-teman kita menyetarakan buah hati kita dengan pelacur dalam sebuah guyonan?

Janda kah ibumu?

.

- Esther Wijayanti -

Tips Jika Bertemu Hantu

Membaca tulisan kompasianer tentang tidak berani masak gara-gara ingat cerita horor, saya tertarik untuk berbagi pengalaman dan tips jika bertemu hantu.

Mahluk halus dan manusia memiliki energi yang berbeda. Yang satu padat, yang satunya tidak padat. Kata orang pintar, frekwensinya berbeda. Sehingga, jika anda tidak memiliki kapabilitas mengubah frekwensi anda, maka anda tidak bisa melihat mahluk halus. 

Tanamkan ini dalam benak anda. Bisa atau tidak. Kalau tidak bisa, ya saya pastikan bahwa anda tidak bakal bisa melihat mahluk halus seumur hidup anda. Sehingga ketakutan pada hantu pun buang-buang energi saja.

Begitu juga dengan mahluk halusnya. Kalau dia tidak bisa mengubah frekwensi dirinya untuk berinteraksi dengan manusia, maka dia tidak bisa berinteraksi dengan anda. Jadi, tidak semua mahluk halus bisa menampakkan dirinya pada anda. Maka, tidak perlu lah buang-buang energi untuk takut pada hantu. Pada dasarnya, manusia lebih berbahaya daripada hantu.

Kecuali, jika saat anda masih kecil ditakut-takuti hantu. Maka sampai dewasa, anda akan takut hantu tanpa sebab.

Saya diajari agama saya untuk mengusir setan atau iblis. Namun selama ini saya salah memahami, ternyata mahluk halus bukan hanya setan saja. Ada hantu yang seperti manusia, ada jin yang nggak karu-karuan bentuknya, ada juga mahluk serupa manusia yang besar sekali. Jadi, karena saya keliru memahami ajaran agama saya, maka segala mahluk halus saya usir-usiri. Padahal, dia sudah tinggal lebih lama di situ, jadinya saya malah kayak preman, mengusir penghuni yang sudah tinggal duluan. Kasihan mereka kalau ketemu saya. Nggak salah apa-apa kok diusir.

Suatu saat, karena saya menginap di rumah teman saya, dapat kamar sendiri dan tidak merasa nyaman. Saya melakukan pembersihan. Saya tidak mau tidur sekamar sama jin. Kebetulan yang tinggal di kamar itu dua jin yang tingginya sampai eternit. Alhasil, di pagi hari, segala kaca dinding, gelas, kitab suci, buku-buku, dilempar kemana-mana oleh penunggunya. Kawan saya, pemilik rumah sampai lari-lari menghampiri kamar tamunya dan terheran-heran dengan situasi porak poranda kamar itu. Jin ini beraninya waktu saya sudah keluar kamar. Waktu saya di dalam kamar, diam saja.

Seorang sahabat mengatakan pada saya, bahwa tindakan saya keliru. Saya cuma tamu, kok mengusir penunggu rumah. Saya sadar. Ternyata saya salah. Jin bukan iblis. Lagi pula, itu bukan rumah saya. So, I am sorry.

Kalau hantu, bentuknya ya sama dengan manusia. Ada yang pakai sarung, ada yang pakai kemeja biru. Wajahnya juga sama. Ada yang cakep. Ada yang dongok. Tapi saya belum pernah ketemu seperti yang di film-film itu. Seram dan jahat sekali kalau yang di film. Hantu sih biasa saja, seperti anda dan saya.

Pernah suatu saat, ini di toilet RS Dharmais Jakarta, toilet dekat kamar mayat. Teman saya minta diantar ke toilet. Maka saya mengantarnya. Sampai di toilet, ada jin yang besar sekali. Tubuhnya memenuhi satu setengah bilik toilet. Dia kaget setengah mati lihat saya, sampai mau kabur begitu. Saya juga kaget lihat dia, kok besar dan jelek begitu. Teman saya, sampai saya seret-seret untuk pindah toilet. Sementara jin nya kabur lihat saya, sayanya juga kabur lihat dia. Saya dan jin saling kabur.

Iblis. Nah, ini yang mana saya diajari untuk mengusirnya. Ini yang secara spiritual adalah enemy. Jam 1 malam, saya masih menggunakan komputer di ruang kerja. Tiba-tiba saya dengar suara agak ribut. Saya menengok ke belakang. Wah, ada rombongan iblis. Mereka terlihat seperti habis perang entah dimana. Formasi baris yang acak-acakan. Jumlahnya entahlan, saya tidak menghitung. Sekitar 15 atau 18 begitu. Dengan senjata-senjata mereka di tangan. Berjalan lunglai. Sontak saya tertawa terbahak-bahak melihat mereka ini. Benar-benar menggelikan. Saya bilang sama mereka: “Kalah nih yeee… hahaha…”. Tiba-tiba, dari belakang pasukan kalah ini, datang tergopoh-gopoh komandannya. Tinggi besar. Saya hanya se-dada nya. Wuiih.. Kayak gorilla bertampang bengis bermata merah. Dia berdiri di depan saya, menatap saya dengan pandangan marah. Marah karena saya mentertawakan anak buahnya. Saya sampai mendongak melihatnya berhadap-hadapan dengan saya.

Maka, seperti yang saya lakukan saat itu. Inilah tips saya pada anda jika ketemu hantu:

Kaaabbbooouuurrrr……!!!

.

- Esther Wijayanti -

Petra, Musti Dikunjungi Sebelum Anda Mati

Petra disebut-sebut sebagai salah satu dari 28 tempat yang musti dikunjungi sebelum anda mati (28 Places to See Before You Die). Di sini ada sebuah kota tua yang merupakan satu dari tujuh keajaiban dunia. Terletak di Yordania selatan, kota ini diperkirakan dibangun 312 BC. Disebut sebagai Rose City, karena bebatuan di area tersebut berwarna kemerahan.

Hari sudah gelap ketika saya tiba di hotel. Lelah rasanya menempuh perjalanan panjang dari Amman. Menikmati hotel yang nyaman, yang liftnya bukan ke atas, melainkan turun ke bawah dari lobby. Jadi, kalau kamarnya di lt.8 maka liftnya turun ke lantai 8, bukan naik.
Keesokan harinya, kami sarapan jam 6 pagi dan siap-siap berangkat. Saya keluar untuk melihat pemandangan. Barulah saya tahu, rupanya hotel ini berada di gunung, dimana kamar saya berada jauh di bawah.

Perjalanan dari hotel ke Rose City hanya sekitar 15 menit dengan bus. Kami tiba. Excited. Rasanya tidak sabar ingin segera melihat apa yang akan saya temui di sini.

Mari ikut saya:

.

1389503432650877888

Seperti inilah pemandangan tidak jauh dari bis. Foto ini tidak di-edit. Warnanya memang begini. Kemerahan. Rose City ada di balik pegunungan. Untuk tiba di sana, ada dua cara. Naik delman atau jalan. Untuk sampai di tujuan, memerlukan waktu kira-kira 1 jam jalan kaki. Saya memilih jalan kaki.

.

1389503502180551845

Kami tiba di sebuah celah tebing. Ini adalah jalan satu-satunya menuju Rose City.

.

13895035481419145312

Batu di sisi-sisi tebing terlihat indah.

.

13895035831286406429

Sepi sekali, tidak ada siapa-siapa kecuali kami. Mungkin karena hari masih pagi sekali.

.

13895036161475368282

Sesekali ada delman lewat. Seperti inilah delman di area ini.

.

13895036511127494894

Saya sampai di area yang agak luas, namun masih diapit tebing. Ada kursi-kursi. Di sini kami bisa istirahat sebentar.

.

1389503685388354737

Melanjutkan perjalanan, akan melalui celah tebing sempit lagi.

.

1389503720555670088

Seperti ini sempitnya celah tebing. Tebing ini memang berwarna kemerahan. Itulah sebabnya disebut Rose City.

.

13895037621376169776

Perjalanan melalui tebing sempit ini terasa panjang. Tidak habis-habis. Namun bebatuan di sekitar sungguh indah.

.

13895037982104777585

Celah ini agak lebar sedikit. Saya tertarik melihat pohon yang tumbuh di tebing. Bagaimana bisa begitu ya?

.

1389503838284722079

Setelah celah yang sedikit lebar tadi, di depan kita akan memasuki celah sempit lagi.

.

13895038722037595516

Wah, ada apa di situ?

.

1389503906904722525

Lebih dekat. Luar biasa.. !

.

13895039382049218116

Ini dia! Amazing! Bagaimana mungkin ada bangunan di tebing seperti ini? Wow…!

.

1389503971812768936

Dari dekat, indah sekali.

.

1389504003729731717

Kami tidak bisa masuk ke dalam situ.

.

13895136671319962888

Kami tidak bisa masuk karena di depan bangunan ini bolong menuju ruang bawah tanah.

.

13895040591427617793

Dengan zoom, saya bisa lihat lebih dekat detail ukiran di atas bangunan ini.

.

1389504090600709754

Detail ukir pilar yang indah.

.

1389504128237603165

Percayalah mbak, onta tidak bisa diajak diskusi …

.

- Esther Wijayanti –