Kemarin adalah Hari Kaget Nasional. Orang satu negara dibikin kaget oleh KPK. Selain Ketua Mahkamah Konstitusi ditangkap, Bendahara MUI ditangkap, ada Tubagus Chaeri Wardana adik Ratu Atut ditangkap. KPK menyegel berbagai mobil mewah milik suami Walikota Tanggerang Selatan ini.
Dan yang bikin mules, KPK tega-teganya menyegel mobil berpelat nomor RI 9. Jangankan Mahkamah Konstitusi, saya pun malu melihat foto mobil RI 9 diikat pita hitam-orange beredar di internet yang bisa diakses seluruh dunia. RI 9 ini juga memiliki ganja dan inex di ruang kerjanya. Rasanya pengen nangis punya RI 9 model begini.
Kalau hasil seleksi Fit and Proper Test kualitasnya seperti ini, maka kualitas yang menyeleksi Ketua Mahkamah Konstitusi patut dipertanyakan.
Hari Kaget Nasional ternyata tidak sampai di situ saja. Masyarakat jadi tahu, ternyata warga Banten adalah fans berat, pemuja, tergila-gila, cinta mati pada keluarga Ratu Atut Chosiah. Sampai-sampai seluruh keluarga, anak, istri, mertua, menantu, keponakan, ada di pemerintahan seantero Banten lengkap dengan supplier-suppliernya masih keluarga Ratu Atut juga.
Bayangkan:
Tubagus Chaeri Wardana, pengusaha yang wilayah usahanya di seantero Banten adalah adik kandung Ratut Atut Chosiyah, Gubernur Banten.
Istri Tubagus Chaeri Wardana adalah Airin Diani, menjabat Walikota Tanggerang Selatan.
Kakak Tubagus Chaeri, selain Ratu Atut Chosiyah ada Ratu Tatu Chasanah, menjabat Wakil Bupati Serang.
Ibu tiri Tubagus Chaeri, Heryani, menjabat Wakil Bupati Pandeglang.
Kakak tiri Tubagus Chaeri, Tb Khaerul Zaman, menjabat Wakil Walikota Serang.
Kakak ipar Tubagus Chaeri, Hikmat Tomet, menjabat anggota DPR RI.
Keponakan Tubagus Chaeri, Andika Hazrumy, menjabat anggota DPD,
Istri dari keponakan Tubagus Chaeri, Adde Rossi Khairunnisa, menjabat Wakil Ketua DPRD Serang.
Adik ipar Tubagus Chaeri, Aden Abdul Khaliq, anggota DPRD Banten.
Bagaimana dengan Mendagri Gamawan Fauzi? Mengapa menyetujui penempatan keluarga Ratu Atut di seantero pemerintahan Banten? Menteri yang sering disebut-sebut sebagai menteri spesialis relokasi karena sering memberikan solusi relokasi jika warga menolak ini, sepertinya memang menuruti apa keinginan masyarakat saja.
Kalau masyarakat tidak suka, ya direlokasi. Tapi kalau masyarakat Banten memang tergila-gila, ngefans, cinta mati pada keluarga Ratu Atut, maka keinginan rakyat tersebut disetujui oleh Mendagri.
Kalau perlu, gukguk dan meong kesayangan Ratu Atut dikasih jabatan di pemerintahan Banten juga. Toh masyarakat Banten tidak ada yang komplen.
.
- Esther Wijayanti -
Tidak ada komentar:
Posting Komentar