APBN 2014 baru saja disahkan oleh pemerintah pada tanggal 14 November 2013, dengan total belanja negara 1,842 Triliun. Dimana 1,250T adalah porsi belanja pemerintah pusat, dan 592T adalah porsi belanja pemerintah daerah. Dengan kata lain, 68% porsi Pusat dan 32% porsi Daerah. Pembagian porsi yang tidak seimbang mengingat daerah dimaksud terdiri dari 34 propinsi.
Sementara itu, APBN Amerika Serikat tahun fiskal 2014 juga sudah diumumkan. Dimana didalamnya juga terdapat anggaran belanja untuk Indonesia yang disalurkan via US Agency for International Development (USAID). Di antaranya belanja Program Kesehatan, Development Assistance, International Narcotics Control and Law Enforcement, Military Education and Training (pendidikan dan training untuk militer), dan Military Financing (pembiayaan untuk militer).
Mengapa Amerika punya anggaran belanja untuk pemerintah Indonesia?
Senator Lindsey Graham mendeskripsikan politik luar negeri Amerika sebagai investasi bagi “national security insurance”. Mengirim diplomat ke seluruh dunia masa ini jauh lebih murah daripada mengirim tentara di masa depan.
Setiap negara, memiliki visi dalam politik luar negerinya masing-masing. Dalam hal ini, Indonesia belum bisa melakukan yang dilakukan oleh Amerika. Membangun hubungan luar negeri dengan memperkuat hubungan termasuk memberi bantuan finansial dimana-mana. Karena pembiayaan dalam negeri saja masih babak belur dijadikan bancakan berbagai pihak.
Berikut ini nominal belanja Amerika untuk Indonesia tahun fiskal 2014:
Global Health Program : $ 39,750,000 – sekitar Rp. 477.000.000.000
Development Assistance : $ 111,649,000 – sekitar Rp. 1,339,788,000,000
International Narcotics Control and Law Enforcement: $ 10,066,000 – sekitar Rp. 120,792,000,000
International Military Education and Training: $1,700,000 – sekitarRp. 20,400,000,000
Foreign Military Financing: $14,000,000 – sekitar Rp. 168,000,000,000
Development Assistance, memprioritaskan pada energi, transportasi, teknologi telekomunikasi, serta sektor-sektor yang memberi dampak positif bagi hubungan antara perusahaan-perusahaan Amerika dan Indonesia. International Narcotics Control and Law Enforcement bertujuan meningkatkan profesionalisme kepolisian dan kejaksaan. Program ini akan membangun spesialisasi penyelidikan, penyidikan dan penuntutan kasus-kasus pencucian uang, terorisme dan kejahatan antar negara. Sementara itu, belanja kesehatan masih pada HIV/AIDS, Tubercolusis dan Malaria. Sumber: USAID.
Selamat menikmati bantuan Amerika.
.
- Esther Wijayanti –
Tidak ada komentar:
Posting Komentar