Membaca tulisan kompasianer tentang tidak berani masak gara-gara ingat cerita horor, saya tertarik untuk berbagi pengalaman dan tips jika bertemu hantu.
Mahluk halus dan manusia memiliki energi yang berbeda. Yang satu padat, yang satunya tidak padat. Kata orang pintar, frekwensinya berbeda. Sehingga, jika anda tidak memiliki kapabilitas mengubah frekwensi anda, maka anda tidak bisa melihat mahluk halus.
Tanamkan ini dalam benak anda. Bisa atau tidak. Kalau tidak bisa, ya saya pastikan bahwa anda tidak bakal bisa melihat mahluk halus seumur hidup anda. Sehingga ketakutan pada hantu pun buang-buang energi saja.
Begitu juga dengan mahluk halusnya. Kalau dia tidak bisa mengubah frekwensi dirinya untuk berinteraksi dengan manusia, maka dia tidak bisa berinteraksi dengan anda. Jadi, tidak semua mahluk halus bisa menampakkan dirinya pada anda. Maka, tidak perlu lah buang-buang energi untuk takut pada hantu. Pada dasarnya, manusia lebih berbahaya daripada hantu.
Kecuali, jika saat anda masih kecil ditakut-takuti hantu. Maka sampai dewasa, anda akan takut hantu tanpa sebab.
Saya diajari agama saya untuk mengusir setan atau iblis. Namun selama ini saya salah memahami, ternyata mahluk halus bukan hanya setan saja. Ada hantu yang seperti manusia, ada jin yang nggak karu-karuan bentuknya, ada juga mahluk serupa manusia yang besar sekali. Jadi, karena saya keliru memahami ajaran agama saya, maka segala mahluk halus saya usir-usiri. Padahal, dia sudah tinggal lebih lama di situ, jadinya saya malah kayak preman, mengusir penghuni yang sudah tinggal duluan. Kasihan mereka kalau ketemu saya. Nggak salah apa-apa kok diusir.
Suatu saat, karena saya menginap di rumah teman saya, dapat kamar sendiri dan tidak merasa nyaman. Saya melakukan pembersihan. Saya tidak mau tidur sekamar sama jin. Kebetulan yang tinggal di kamar itu dua jin yang tingginya sampai eternit. Alhasil, di pagi hari, segala kaca dinding, gelas, kitab suci, buku-buku, dilempar kemana-mana oleh penunggunya. Kawan saya, pemilik rumah sampai lari-lari menghampiri kamar tamunya dan terheran-heran dengan situasi porak poranda kamar itu. Jin ini beraninya waktu saya sudah keluar kamar. Waktu saya di dalam kamar, diam saja.
Seorang sahabat mengatakan pada saya, bahwa tindakan saya keliru. Saya cuma tamu, kok mengusir penunggu rumah. Saya sadar. Ternyata saya salah. Jin bukan iblis. Lagi pula, itu bukan rumah saya. So, I am sorry.
Kalau hantu, bentuknya ya sama dengan manusia. Ada yang pakai sarung, ada yang pakai kemeja biru. Wajahnya juga sama. Ada yang cakep. Ada yang dongok. Tapi saya belum pernah ketemu seperti yang di film-film itu. Seram dan jahat sekali kalau yang di film. Hantu sih biasa saja, seperti anda dan saya.
Pernah suatu saat, ini di toilet RS Dharmais Jakarta, toilet dekat kamar mayat. Teman saya minta diantar ke toilet. Maka saya mengantarnya. Sampai di toilet, ada jin yang besar sekali. Tubuhnya memenuhi satu setengah bilik toilet. Dia kaget setengah mati lihat saya, sampai mau kabur begitu. Saya juga kaget lihat dia, kok besar dan jelek begitu. Teman saya, sampai saya seret-seret untuk pindah toilet. Sementara jin nya kabur lihat saya, sayanya juga kabur lihat dia. Saya dan jin saling kabur.
Iblis. Nah, ini yang mana saya diajari untuk mengusirnya. Ini yang secara spiritual adalah enemy. Jam 1 malam, saya masih menggunakan komputer di ruang kerja. Tiba-tiba saya dengar suara agak ribut. Saya menengok ke belakang. Wah, ada rombongan iblis. Mereka terlihat seperti habis perang entah dimana. Formasi baris yang acak-acakan. Jumlahnya entahlan, saya tidak menghitung. Sekitar 15 atau 18 begitu. Dengan senjata-senjata mereka di tangan. Berjalan lunglai. Sontak saya tertawa terbahak-bahak melihat mereka ini. Benar-benar menggelikan. Saya bilang sama mereka: “Kalah nih yeee… hahaha…”. Tiba-tiba, dari belakang pasukan kalah ini, datang tergopoh-gopoh komandannya. Tinggi besar. Saya hanya se-dada nya. Wuiih.. Kayak gorilla bertampang bengis bermata merah. Dia berdiri di depan saya, menatap saya dengan pandangan marah. Marah karena saya mentertawakan anak buahnya. Saya sampai mendongak melihatnya berhadap-hadapan dengan saya.
Maka, seperti yang saya lakukan saat itu. Inilah tips saya pada anda jika ketemu hantu:
Kaaabbbooouuurrrr……!!!
.
- Esther Wijayanti -
Tidak ada komentar:
Posting Komentar