Vredespailes, The Haque. Di sinilah negosiasi serah terima kekuasaan antara Belanda ke Indonesia dilakukan pada tahun 1949. Gambar milik sendiri.
.
Proklamasi dan pengibaran bendera tidak bisa menjadikan sebuah wilayah merdeka. Biarpun GAM dan OPM mengibarkan bendera sampai tangannya kapalan dan baca proklamasi sampai bibir dower, tidak akan membuatnya merdeka. Mengapa demikian? Karena tidak ada serah terima kekuasaan antara negara induk, dalam hal ini Indonesia terhadap wilayah yang hendak memerdekakan diri. Sehingga orang-orang yang memaksa minta merdeka dianggap pemberontak sehingga diturunkan pasukan untuk mengamankan area dari para pemberontak ini.
Indonesia, bagi GAM adalah negara penjajah. Namun Aceh, bagi Indonesia adalah propinsi, bukan wilayah jajahan. Indonesia, bagi Timor Leste adalah penjajah,namun Timor Timur bagi Indonesia adalah propinsi, bukan wilayah jajahan.
Demikian juga hubungan antara Belanda dan Indonesia. Kita menyebut Belanda sebagai penjajah. Namun Belanda merasa Indonesia adalah wilayah bagian dari Belanda, bukan jajahan – tanpa menafikan persepsi pribadi saya, bahwa Belanda memang rasis sekali terhadap bangsa Indonesia.
Saat Soekarno Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, Belanda tidak melihatnya sebagai Indonesia merdeka. Namun melihatnya sebagai pemberontakan, sehingga diturunkan pasukan untuk mengamankan teritorial Indonesia sebagai wilayah Belanda.
.
Negosiasi antara Belanda dengan Indonesia di atas kapal US Renville, pada tanggal 17 Januari 1948, yang difasilitasi oleh UN Good Office Comittee (GOC – terdiri dari Belgia, Australia dan Amerika). Wikipedia.
.
Para nasionalis, tidak mau dijajah Belanda. Harus merdeka. Butuh waktu 4 tahun lamanya untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia seutuhnya. Banyak nyawa sudah melayang. Banyak perjanjian gencatan senjata dilakukan. Mulai dari Linggajati Agreement hingga Renville Agreement yang dimediasi oleh Belgia, Australia dan Amerika Serikat. Seluruhnya menemui dead lock.
.
Belanda akhirnya menandatangani kekalahan mereka di meja ini. Meja ini masih diabadikan di kraton Jogjakarta. Gambar: Ballstar-something.com
.
Hingga kemudian pada tanggal 15 Agustus 1949 Sultan Hamengkubuwono IX melakukan inisiatif untuk mengatur serah terima pemerintahan antara Belanda dengan Indonesia.
Maka diselenggarakanlah rapat-rapat negosiasi di Vredespailes yang membicarakan mengenai pengalihan kekuasaan, perjanjiana ekonomi, sosial dan militer. Juga aset-aset milik Belanda yang harus ditebus oleh Indonesia. Dalam kesepakatan ini, akhirnya Indonesia membayar 4,3 miliar guilder untuk menebus seluruh aset-aset Belanda di Indonesia. Kesepakatan tercapai.
.
Inilah isi kesepakatan serah terima pemerintahan antara Belanda ke Indonesia. Gambar: milik sendiri
.
Ratu Juliana memperhatikan Perdana Menteri Willem Drees menandatangani serah terima kekuasaan antara Belanda ke Indonesia. Tampak duduk di sebelah Moh. Hatta adalah Sultan Pontianak, Sultan Hamid II. (Wikipedia)
.
28 Desember 1949. Soekarno merayakan kemerdekaan Indonesia. Alhamdulilah We are free. (Wikipedia).
.
Nah, anda lihat sendiri dari gambar-gambar di atas. Betapa alotnya tarik ulur negosiasi agar Indonesia bisa merdeka seutuhnya. Betapa mahalnya aset-aset, pabrik-pabrik,infrastruktur milik Belanda yang harus dibayar oleh Indonesia sebesar 4,3 miliar guilder. Betapa kuatnya pengaruh Sultan Hamengkubuwono IX dalam proses serah terima kekuasaan ini.
Bayangkanlah, jika tiba-tiba ada kelompok yang tidak berkontribusi dalam memerdekakan Indonesia, bukan wakil dari Raja Raja Nusantara, tidak juga turut patungan membayari 4,3 miliar guilder ke Belanda, mengaku-ngaku dapat mandat dari Allah untuk mengakuisisi pemerintah Indonesia dengan mengganti dasar negara Pancasila dan UUD 45 menjadi hukum syariah.
??%#$@&*@#!!!
.
- Esther Wijayanti -
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar