Minggu, 01 Maret 2015

Amien Rais Meragukan Status Walikota Terbaik di Dunia Jokowi

“Daerahnya masih banyak yang kumuh, hanya Slamet Riyadi saja yang bagus. Tapi Jokowi malah dinobatkan sebagai wali kota nomor tiga terbaik di muka bumi,mungkin hanya karena popularitas,” Itu adalah pernyataan publik Amien Rais terkait kemenangan Jokowi sebagai walikota nomor tiga terbaik di muka bumi.

Untuk orang yang jeli, kata “mungkin” masih terbaca. Namun untuk masyarakat tidak kritis, nalar dan sumbu pendek, maka kata mungkin bisa jadi tidak terlihat. Sehingga terbaca menjadi: Tapi Jokowi malah dinobatkan sebagai walikota nomor tiga terbaik di muka bumi, hanya karena popularitas. Karena konteks keseluruhan topik pembicaraan adalah, jangan memilih Jokowi karena popularitas.

Memasukkan unsur Jokowi dipilih menjadi walikota terbaik dunia (mungkin) karena popularitas, terasa seperti hendak menunjukkan superioritas, bahwa saya benar soal jangan memilih Jokowi karena popularitas, bahkan lembaga dunia saja keliru memilih Jokowi (mungkin) karena popularitas. Oleh karenanya, jangan memilih Jokowi. Karena Jokowi punyanya hanya popularitas.

City Mayors Foundation, adalah lembaga penyelenggara World Mayor Project and Award untuk World Mayor Prize. Di Indonesia, Mayor disebut dengan Walikota. Lembaga ini memberi penghargaan kepada para Walikota yang memiliki visi, keinginan, dan kemampuan untuk membuat kotanya menjadi tempat yang menyenangkan untuk ditempati, dikunjungi, dan nyaman untuk bekerja. The World Mayor Project bertujuan untuk memperlihatkan pencapaian Walikota dan mengangkat profile mereka secara nasional dan internasional.

Dengan mukadimah kode etik: Pemerintahan lokal yang baik dan jujur adalah dasar dari setiap negara yang mengupayakan agar masyarakatnya merasa senang, aman dan berhasil. Walikota yang tidak kompeten, korupsi dan berkelakuan buruk merupakan ancaman fundamental terhadap perilaku masyarakatnya.

Syarat kualitas kandidat Walikota terbaik versi City Mayors Foundation adalah: kejujuran, kepemimpinan, visi, kemampuan manajemen, integritas, kesadaran sosial ekonomi, kemampuan memelihara keamanan, melindungi lingkungan serta kemampuan menjalin hubungan diantara berbagai komunitas dari berbagai kultur, ras dan sosial.

Walikota yang disertakan dalam The Wold Mayor Prize akan diminta untuk menandatangani Kode Etik dengan 12 klausul diantaranya berjanji untuk tidak korupsi, tidak melakukan diskriminasi terhadap individu, maupun kelompok masyarakat berdasarkan suku, agama, gender, kodisi fisik maupun sexual orientation (gay, lesbian, transgender). City Mayor Code of Etics dapat dilihat DISINI.

Jadi, pernyataan Prof. Amien Rais soal mengapa Jokowi terpilih menjadi walikota terbaik dunia sengaja dibuat keliru. Saya sebut sengaja, karena seorang professor, tidak mungkin tidak membaca literatur terlebih dahulu sebelum bicara di muka publik, mengapa sampai Jokowi terpilih sebagai salah satu walikota terbaik dunia.

Mengapa harus diplintir-plintir sedemikian rupa, sehingga soal Jokowi terpilih salah satunya karena kompeten, tidak korupsi dan berkelakuan baik harus disembunyikan dan dimunculkan sebagai “mungkin karena popularitas semata?”

Apakah soal plintir memilintir fakta ini mungkin karena popularitas semata?
.
- Esther Wijayanti –

Tidak ada komentar:

Posting Komentar