Minggu, 01 Maret 2015

Jajan Tomat Sekilo vs Jajan Nissan Juke

Seorang Kompasianer dalam sebuah komennya mengkritisi tulisan saya yang katanya berat-berat, dan meminta saya menulis curhatan saya. Curhat? Karena saya tidak bisa curhat, maka saya ganti dengan kisah yang saya alami dua hari ini. Anggaplah ini curhat juga:

Ada dua kejadian. Ini yang pertama.

Kemarin pagi, saya berbelanja di tukang sayur yang lewat depan rumah. Sedang asik berbelanja, lewatlah pak hansip menyapa, “belanja nih kak?”

“Iya”, kata saya,” eh, bapak mau belanja apa? Ambil aja, nanti saya bayari”.

“Ah yang bener nih kak, kalau ayam saya mau” katanya. “Boleh, ambil aja” kata saya.

“Berapa nih bang?” tanya pak hansip pada tukang sayur.

“Tiga puluh lima ribu”

“Wah, mahal amat. Nggak jadi deh, saya mau tomat aja, masak udah dibayari minta yang mahal” katanya sambil memegang sebungkus tomat isi satu kilogram.

“Hlo, buat apa tomat sekilo?” tanya saya. “Dibikin jus, kak..” katanya.

Tukang sayur bertanya, “kamu bikin jus, nanti bisa bayar listriknya nggak? Daripada bayar listrik buat bikin jus, mending ambil mangga aja, tinggal kupas terus makan, nggak pake bayar listrik.”

Pak hansip tersenyum. “Benar juga ya, saya ambil mangga sekilo aja deh kak.. makasih ya..” lalu dia pergi.

Saya menghela nafas panjang, kasihan pak hansip mau bikin juice tomat pakai harus berhitung tarif listrik dulu..

Itu kisah kemarin. Kalau hari ini kisahnya lain lagi.

Pagi-pagi saya melihat seorang mahasiswa yang saya kenal. Katakanlah namanya Bagus. Belum mandi, lewat depan rumah naik Nissan Juke pacarnya, dengan kaca mobil terbuka, saya memanggilnya.

Bagus berhenti, turun dan mendatangi saya. “Tunggu sebentar ya Gus.., aku mau titip punya pacarmu” kata saya sambil masuk rumah mengambil bantal pengganjal leher untuk di mobil. Bagus menerima bantal mobil itu dengan lesu sambil bilang, “Udah jadi mantan, Tante..”

“Hah??!! Waduuh… maaf ya Gus.. aku jadi mengingatkan kamu sama pacarmu. Gimana ini bantalnya mau aku simpan saja atau gimana?” tanya saya. “Nggak apa tante, aku bawa aja”.

“Wah, maaf ya Gus.. aku nggak tau. Habisnya kamu naik mobil pacarmu sih.. sayang ya, kan baru jadian Gus..”

“Iya tante, cuma pacaran tiga bulan aja. Itu mobil juga aku beli buat pacarku, tapi dia kembaliin”.

Eyalaahhh bocaaahh… uang jajannya berapa sih ini anak, pacar kok dijajanin Nissan Juke..

Akhirnya, curhatan ini malah bikin berat juga mikirinnya..

.

- Esther Wijayanti -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar