Minggu, 01 Maret 2015

Orang Arab Memang Tampan jika Berpakaian Arab

Pukul lima pagi. Saya berada di antrian imigrasi di bandara. Memandang meja-meja petugas imigrasi dan bertanya dalam hati, kenapa petugas imigrasi yang dipasang disini tampan semua?

Giliran saya tiba.

“Good morning”, saya menyapa petugas imigrasi, sambil menyerahkan paspor.

“Walaikum salam..” jawabnya sambil tersenyum, mengambil paspor saya dan memeriksanya.

“Look here” katanya sambil menunjuk alat seperti camera. Saya dipotret.

Petugas itu memeriksa hasilnya dan mengguman, “Astagfirullah..”

Wah, kira-kira maksudnya apa ya dia bilang begitu? Apa karena saya belum mandi?

Urusan imigrasi selesai. Saya beranjak menjauhi meja imigrasi. Berdiri dekat duty free shop menunggu ibu saya yang masih di antrian. Sambil memandangi petugas-petugas imigrasi yang sibuk bekerja.

Saya mengamati petugas-petugas ini. Tampan. Hidung mancung, berkulit putih, tidak berewokan, tidak berjenggot, berpakaian Arab warna putih. Sepertinya seragam imigrasinya demikian. Tinggi, semampai, pakaiannya terlihat halus berkibar seperti sutera, bukan dari bahan blacu yang kaku. Benar-benar pemandangan pagi yang segar, sesegar udara pagi ini.

Orang Arab memang pas berpakaian Arab. Enak dipandang. Karena memang kulturnya.

Jangan suruh orang Arab berpakaian tradisional Indonesia. Nggak pas. Bukan kulturnya.

Sama nggak pas nya seperti orang Indonesia berpakaian Arab. Bukan kulturnya. Pendek, pesek, gendut, kulit gelap, pakai long dress putih. Beda jauuuuuuhh…

.

- Esther Wijayanti -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar