Ilustrasi/Admin (Shutterstock)
Pasca kekalahan Jepang Agustus 1945, Brigadir Mallaby mendarat di Surabaya akhir Oktober 1945 dengan membawa Infanteri India untuk memulihkan keamanan. Namun Pejuang Indonesia tidak menginginkan datangnya sekutu Belanda kembali ke Indonesia. Situasi saat itu kacau, dimana banyak tahanan perang Belanda yang harus diserah terimakan dari Jepang.
Untuk meredam situasi, Soekarno terbang ke Surabaya menegosiasikan gencatan senjata dengan Brigadir Mallaby. Kesepakatan gencatan senjata dicapai. Ditandatangani oleh Soekarno, Hatta, Mallaby dan Mayjend Hawthorn.
.
Pengumuman hasil kesepakatan gencatan senjata oleh Soekarno dan Mallaby. Gambar: wikipedia
.
Kesepakatan gencatan senjata diumumkan hari berikutnya, namun lima jam kemudian penembak tak dikenal menembak Mallaby di dekat Jembatan Merah.
.
Mallaby ditembak orang tak dikenal 5 jam kemudian. Mobilnya terbakar karena granat di dekat Jembatan Merah. Gambar: wikipedia
.
Pembunuhan Mallaby pasca kesepakatan gencatan senjata ini memicu kemarahan Inggris. Major General B.C Mansergh, komandan sekutu mengeluarkan ultimatum yang menuntut partisan Republik Indonesia untuk menyerahkan senjata mereka pada tanggal 9 November.
.
Ini adalah ultimatum yang dikeluarkan oleh Mayjend BC Mansergh kepada pejuang dan tentara Indonesia. Gambar: wikipedia
.
Pejuang Indonesia menolak menyerahkan senjata, maka pecahlah perang pada tanggal 10 November di Surabaya dimulai dengan dibomnya Surabaya.
.
Gambar: Wikipedia
.
Pembunuhan Mallaby
Pembunuhan Brigadir Mallaby pada tanggal 30 Oktober 1945 masih menjadi misteri hingga saat ini. Kematiannya merupakan titik balik pemicu perang 10 November di Surabaya. Hari itu, Brigadir Mallaby bersama Soekarno mengumumkan hasil kesepakatan gencatan senjata. Saat mobilnya menuju pos tentara Inggris di gedung International dekat Jembatan Merah, mobilnya dihadang orang-orang Indonesia. Kapten R.C Smith, yang berada di mobil tersebut melaporkan, bahwa ada pemuda Indonesia yang menembak Mallaby setelah pemuda tersebut dan Mallaby berbicara sesaat. Smith kemudian melemparkan granat ke arah yang diduga pemuda tersebut bersembunyi. Namun Smith tidak yakin, apakah granatnya mengenai target atau tidak. Panas granat menyebabkan bagian belakang mobil Mallaby terbakar.
Tanggal 9 November, BC Mansbergh, Commander Allied Forces East Java mengeluarkan ultimatum agar tentara dan warga Indonesia menyerahkan seluruh senjata, atau Surabaya akan diserang dari darat, laut dan udara. Pejuang Indonesia menolak ultimatum tersebut.
Pada tanggal 10 November Surabaya diserang. Setengah kota dikuasai dalam tiga hari, dan perang berlangsung selama tiga minggu. Sedikitnya 6.000 warga Indonesia tewas dalam perang paling berdarah ini. Dimana tentara Indonesia dibantu masyarakat bahu membahu melawan Inggris dengan menggunakan bambu. Peristiwa ini kemudian diabadikan sebagai Peristiwa 10 November. Perang ini berlangsung sengit, disusul dengan perang di Jakarta, yang menyebabkan ibukota harus dipindahkan ke Jogjakarta.
.
Kini, enam puluh delapan tahun berlalu, namun pertanyaan belum terjawab.
Siapakah yang menembak Brigadir Mallaby sehingga memicu terjadinya Perang 10 November ini? Apa yang mereka bicarakan sebelum pemuda ini menembak Brigadir Mallaby?
Artikel terkait: Amerika Sudah Memata-matai Indonesia Selama 212 Tahun
.
- Esther Wijayanti –
Tidak ada komentar:
Posting Komentar