Sejak 2010 NU sudah menerima grant dari Global Fund sebanyak US$ 15,9 juta. Atau sekitar Rp.190 miliar rupiah. Dibagi menjadi dua nomor grant: IND-910- G15-H sebesar US$ 3 juta, periode 1 Juli 2010 – 30 Juni 2012, dan IND-H-NU sebesar US$ 12,9 juta, periode 1 Juli 2012 – 30 Juni 2015.
Grant ini adalah untuk penanggulangan HIV AIDS. Selain NU, pihak-pihak yang mendapat grant dari Global Fund untuk penanggulangan HIV AIDS adalah Kementrian Kesehatan, National AIDS Comission of Indonesia dan Indonesian Planned Parenthood Ascosiation.
Keikut sertaan NU sebagai organisasi kerohanian yang turut serta berperan aktif dalam penanggulangan HIV AIDS patut diapresiasi. Karena masyarakat kita adalah masyarakat yang majemuk. Diharapkan pendekatan serta konseling oleh NU mendapat tempat khusus di masyarakat dan memberikan dampak positif bagi penanggulangan HIV/AIDS.
Sebagaimana dilansir oleh UNAIDS, Indonesia adalah salah satu negara dengan penyebaran HIV AIDS tercepat di Asia. Oleh karenanya internasional turut membantu penanggulangan HIV AIDS di Indonesia. Diantaranya The Global Fund, Australia yang mendonasikan A$ 100 juta, dan Amerika yang mendonasikan US$8 juta per tahunnya. Bantuan internasional, tentu saja bukan hanya dana, melainkan panduan internasional mengenai penanggulangan HIV AIDS.
Adapun kegiatan penanggulangan HIV AIDS dapat dilihat dari laporan performa yang telah dicapai oleh NU:
.
Sumber: The Global Fund. KAP = knowledge attitude practices, STI = sexual transmittal infection, PLWHA = people living with HIV AIDS. FSW = Female Sex Worker, MSM = men who have sex with men, IDU = injecting drug use.
.
Dari performance report di atas, terlihat bahwa cara-cara penanggulangan HIV AIDS memiliki standard internsional. Diantaranya pembagian kondom kepada populasi dengan resiko tinggi, diantaranya PSK, pengguna narkoba dengan jarum suntik, pria beresoko tinggi,pria yang berhubungan sex dengan pria, serta waria.
Jadi, institusi yang mendapatkan grant ini tidak sembarangan membagikan kondom kepada semua orang. Hanya terbatas pada populasi beresiko tinggi. Di luar populasi tersebut, sebaiknya beli kondom sendiri. Adapun, kondom yang sudah dibagikan oleh NU sejak 1 Juli 2012 tercatat sebanyak 557,216 kondom.
Selain pembagian kondom, ada program outreach, konseling, serta rujukan ke klinik STI (sexual transmittal infection).
Nah, jika NU telah sedemikian bekerja kerasnyanya turut menanggulangi penyebaran HIV AIDS, masak masyarakat lantas hendak menjustifikasi tindakan NU ini sebagai menyetujui sex bebas? NU adalah institusi yang memiliki kredibilitas tinggi. Bahkan lembaga dunia sekaliber Global Fund saja mempercayakan pengelolaan dana sebesar US$ 15,9 juta. Kalau bukan karena kredibilitas NU yang terpercaya, tentu Global Fund tidak akan berani bekerjasama dengan NU. Membagikan kondom adalah upaya pencegahan penyebaran virus HIV AIDS, bukan menyetujui sex bebas.
Diam-diam, NU berperan menanggulangi HIV AIDS. Mengutip kata Mahfud MD, bagi kondom harusnya diam-diam.
.
- Esther Wijayanti -
Tidak ada komentar:
Posting Komentar