Memasuki Palestina, melewati perbatasan dengan tembok tinggi. Seperti tembok pembatas dua kompleks perumahan, namun temboknya tinggi. Dengan tentara-tentara yang menjaga, tentu saja saya tidak boleh memotret.
Palestina tidak seperti yang saya bayangkan. Sisi yang saya masuki ini jauh lebih baik dari kawasan perumahan di Jakarta yang punya lalu lintas semrawut.
(Seluruh foto milik sendiri)
.
Suasana kota
.
Jalanan Palestina yang terlihat nyaman
.
Anak-anak pulang sekolah menyeberang jalan
.
Ice Cream Walls juga ada disini hlo..
.
Taxi Palestina, plat nomor P
.
Kami berhenti di restoran yang menjual masakan Indonesia untuk makan siang.
.
Restoran di Palestina ini menyajikan masakan Indonesia
.
“Apa kabar?” tanya staff di restoran itu. Seperti biasa kami menjawab, “Luar biasa!”. Nyengir deh orang Palestina, belajar percakapan baru dalam bahasa Indonesia: kalau ditanya apa kabar, jawabnya luar biasa.
Disini saya menikmati masakan Indonesia. Nasi soto ayam, bakwan jagung, bakwan tauge, dan ayam goreng tepung. Soto ayamnya enak sekali. Soto ayam Indonesia..
.
Karedok disajikan di atas telur dadar. Ayam goreng tepung dan bakwan tidak terlihat beda.
.
Sotonya enak sekali. Ditambah nasi, bakwan jagung dan bakwan sayuran.
.
Hari kedua wisata kuliner di Palestina, kami memasuki kawasan yang lebih gersang dan miskin. Menurut saya, situasinya mirip seperti perjalanan dari bandara Juanda masuk kota Makassar. Sama gersangnya. Sama rasanya.
.
Area kumuh Palestina. Kesejahteraan tidak merata, mirip Indonesia.
.
Para pria duduk-duduk di emperan toko
.
Memasuki restoran lokal Palestina, staff restoran menyapa dalam bahasa Indonesia. Saya mengobrol sedikit dengan seorang staff perempuan, yang banyak bertanya tentang berapa lama perjalanan dari Indonesia ke Palestina.
Kali ini saya menyantap makanan lokal Palestina. Rasanya lumayan cocok dengan lidah orang Indonesia.
.
Makanan lokal Palestina ini rasanya enak. Sate yang besar, ayam bakar, dan entah apa lagi, plus nasi dan es buah.
.
Dan bir yang katanya paling terkenal se-Timur Tengah
Yang menarik dari restoran ini adalah kotak tip. Isinya rupiah.
Kotak untuk tip pekerja restoran.
.
Wisata kuliner di palestina ini ditutup dengan sakit perut.
.
- Esther Wijayanti -
Tidak ada komentar:
Posting Komentar