Minggu, 01 Maret 2015

Menonton Tari Perut di Mesir

Peringatan: 21+. Budaya adalah Budaya. Bukan soal benar atau salah, tapi soal budaya. Diantaranya tarian. Tarian bukan untuk dibaca, tapi untuk dilihat. Jadi, yang meyakini bahwa tarian adalah bacaan, silahkan berhenti membaca dan klik tombol back. Yang meyakini tarian untuk dilihat, artikel ini mengandung foto2 tarian. Yang tidak kuat menonton tarian, silahkan klik tombol back sekarang.

Yok kita mulai.

Mesir memang sayang untuk dilewatkan. Sepanjang tidak mampir ke toiletnya, yang dimana-mana joroknya minta ampun, saya bersyukur, toilet di pasar tradisional di Jakarta saja jauh lebih baik daripada toilet-toilet di Mesir, kecuali di hotel.

Kota tua Alexandria yang terlihat kusam juga menarik hati. Membayangkan apakah ada banyak kecoa disitu, ternyata tidak ada. Tapi lalat di Mesir menurut saya banyak sekali.
Mesir rusuh? mungkin saja, tapi saya tidak ketemu.

Perjalanan saya kali ini mengunjungi berbagai situs budaya Mesir, yang akan saya ceritakan lain kali, tapi ini yang menarik: Luna.

Namanya Luna, penari perut yang cantik. Mengalahkan segala goyang itik, goyang gergaji, goyang ngebor sampai goyang escavator produk asli Indonesia. Yang ini, tidak bakal didemo FPI dan HTI, mungkin karena mereka kengarab-ngaraban. Jadi kita nikmati saja budaya padang pasir ini.

(Note: seluruh foto milik sendiri)

.

1383562738984200316
.

1383563201617604645

.

1383563233490092411

.

1383563260140320299

.

13835632981399198294

.

13835633321269626154

.

13835633701368313601

.

13835634391404700396

.

1383563471182275097

.

13835635041428665265

.

Ekspresi wajahnya sexy sekali. Let’s dance baby..

.

- Esther Wijayanti -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar