Minggu, 01 Maret 2015

Amerika Sudah Memata-matai Indonesia Selama 212 Tahun

Konsulat Amerika Serikat di Indonesia pertama dibuka pada tanggal 24 November 1801, dengan menugaskan Thomas Hewes di kota yang saat itu disebut Batavia. (Sumber: US Department of State)

Menilik dari lamanya Amerika telah menjalin hubungan dengan Indonesia dengan didirikannya konsulat Amerika di Batavia 212 tahun lalu, bagaimana mungkin kita sedemikian naifnya berpikir bahwa Amerika tidak tahu apa-apa tentang Indonesia, sehingga kita heboh soal sadap-menyadap lalu menyalahkan Jokowi?

Helloowww…. siapa itu yang ujug-ujug menyalahkan Jokowi?

Pasca menyerahnya Jepang setelah Hiroshima Nagasaki di bom oleh Amerika, Vice Admiral Mountbatten Supreme Commander S.E Asia mengeluarkan instruksi kepada tentara sekutu untuk melakukan serah terima kekalahan Jepang dan memerintahkan Jepang melepaskan tahanan sekutu. Admiral Mountbatten adalah paman dari Pangeran Philip, Duke of Edinburgh, Inggris. Gubernur Jenderal India, yang membawahi angkatan laut Inggris. Dia memberikan instruksi untuk mengambil alih kembali Indonesia dari tangan Jepang.

Jokowi belum lahir. Amerika sudah punya informasi bahwa Inggris terlibat dalam pengambil alihan Indonesia dari Jepang.

.

13835958241510160319

Gambar: soekarnoyrs

.

Pertikaian terjadi antara Belanda yang hendak mempertahankan wilayahnya, dan Indonesian Republicans yang ingin Indonesia merdeka. Pada tanggal 1 Agustus 1947 Australia mendesak PBB agar dilakukan gencatan senjata antara Belanda dan Indonesia. Pada tanggal 25 Agustus, Amerika mengusulkan kepada PBB untuk dibentuk Dewan Keamanan yang disebut Committee of Good Offices (CGO) yang terdiri dari tiga negara representatif sebagai mediator perdamaian. Negara ditunjuk oleh Belanda adalah Belgia. Negara yang ditunjuk Indonesia adalah Australia. Sementara negara yang ditunjuk oleh Belgia dan Australia adalah Amerika Serikat. Apakah ditunjuknya Amerika adalah kebetulan? Saya rasa tidak. Sudah ada kesepakatan saling atur di antara negara-negara ini.

Amerika Serikat menjadi mediator gencatan senjata antara Belanda dan Indonesia. Negosiasi dilakukan di atas kapal perang milik Amerika, USS Renville. 1947. Jokowi belum lahir.

.

13835957711758307512

Negosiasi gencatan senjata Belanda – Indonesia dimediasi Amerika Serikat di atas kapal Renville. Sumber: wikipedia.

.

Pernyataan penting keluar dari Commander in Chief of the Pacific (CINCPAC) Admiral Harry Felt, dalam dengar pendapat dengan Senat tahun 1962. “Indonesia terletak pada rute perdagangan utama atara Amerika Serikat, Pasifik Utara dan Asia Timur. Siapapun yang mengontrol Indonesia, akan mengontrol pintu masuk ke Laut India dari Pacific. Geografi yang sederhana ini menjelaskan, jatuhnya Indonesia ke tangan komunis akan merupakan bencana besar bagi dunia.”

Australia dan New Zealand bisa terisolasi. Sebesar apapun pengaruh Amerika terhadap seluruh Asia Tenggara, akan runtuh jika Indonesia jatuh ke tangan komunis. Sehingga akan memiliki efek berbahaya pada seluruh Asia, terutama India, yang akses perdagangannya sangat bergantung pada jalur laut Indonesia.

Dalam situasi tembak menembak antara TNI dengan Permesta, sebuah pesawat pembom Permesta tertembak jatuh. Namun pilotnya selamat dan ditangkap. Namanya Allen Pope. Dokumen yang dibawanya menyatakan bahwa Allen Pope adalah pilot US Air Force dan Civil Air Transport (CAT) milik CIA. Mengapa pesawat pembom dari pihak Permesta diterbangkan oleh pilot dari angkatan udara Amerika?
.

13835957022085789746

Allen Pope, ditangkap oleh TNI. Sumber: soekarnoyrs

.

Dari sini, anda dapat kembangkan logika berpikir anda. Betapa pentingnya Indonesia bagi Amerika, Australia, negara-negara Asia Pacific, India, Cina, Korea. Semua punya kepentingan terhadap Indonesia. Sementara pejabat kita punya kepentingan terhadap rekening banknya, rekening anak dan istri-istrinya, rekening penyanyi dangdutnya maupun rekening fustun-fustunnya.

Anda masih naif berpikir bahwa Amerika tidak memiliki kepentingan terhadap Indonesia, sehingga ketika muncul berita Amerika menyadap Indonesia, maka anda terkaget-kaget lalu menyalahkan Jokowi?

.

- Esther Wijayanti -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar