“Kasihan, ternyata SBY bukan seorang negarawan yang cermat dan teliti dalam menyoroti berita. Tapi hanya seorang pecundang yang suka sebar fitnah dan bungkam terhadap maksiat. Seorang presiden muslim menyebar fitnah dan membiarkan maksiat, ditambah lagi melindungi Ahmadiyah dan aneka mega skandal korupsi, sangatlah mencederai Ajaran Islam,” Habib Rizieq.
Saya ingin menggaris bawahi soal maksiat yang digadang-gadang oleh Habib Rizieq dalam penghinaannya terhadap Presiden Republik Indonesia. Seolah-olah FPI adalah ikon anti kemaksiatan, sementara Presiden membiarkan maksiat.
Sebagai ormas anti maksiat, yang mengklaim melawan kemaksiatan, nyata-nyatanya FPI tidak bisa membedakan. Mana yang berkurang: kemaksiatan, atau jumlah meja kursi dan kaca jendela klub malam?
Berbagai data yang saya sajikan dalam tulisan saya Darurat Nasional: Eksploitasi Seksual Anak, menunjukkan bahwa kemaksiatan meningkat dari tahun ke tahun. Itu baru kasus yang menimpa anak-anak. Belum orang dewasa. Dalam hal ini, FPI bisa saja berkilah, tanpa mereka, peningkatan kemaksiatan pasti lebih tinggi dari itu.
Aksi FPI dalam melawan kemaksiatan yang terlihat selama ini hanyalah menghancurkan meja kursi, bukan menghancurkan kemaksiatan. Kemaksiatan, tidak bisa hilang hanya dengan menghancurkan meja kursi, atau melempari kaca jendela dengan batu.
Mari kita telisik satu demi satu sumber-sumber kemaksiatan tersebut. Apa yang telah dilakukan FPI untuk menguranginya?
535 kasus kekerasan seksual pada anak terdiri dari sodomi, perkosaan, pencabulan dan incest. Apa yang telah dilakukan FPI?
40.000 – 70.000 anak dijual orang dan dijadikan PSK. Apa yang telah dilakukan FPI untuk menebus “barang dagangan” ini?
TKW bawa pulang 327 anak tahun lalu. Kalau 327 lahir, berapa yang ditiduri tapi tidak hamil? Kenapa FPI tidak mensweeping majikan-majikan Arab yang berbuat maksiat terhadap TKW Indonesia?
Itu baru kasus yang terjadi pada anak. Belum yang terjadi pada orang dewasa. Tidak ada data bahwa kemaksiatan berkurang karena jasa FPI.
Coba deh mas-mas FPI, dipikir sedikit. Jangan mau disuruh-suruh bos anda menghancurkan meja kursi orang. Maksiat tidak akan hilang gara-gara meja kursi rusak. Percaya deh…
.
- Esther Wijayanti -
Tidak ada komentar:
Posting Komentar