Kamis, 26 Februari 2015

Kisah si Dullah, Anak Terbelakang yang Bisa Mandiri

Ini adalah kisah si Dullah, sepupu saya yang usianya dua tahun lebih muda dari saya. Dullah tinggal di kota yang berbeda dengan kota dimana saya tinggal. Dahulu, Dullah disebut anak terbelakang, dia bersekolah di SLB. Mungkin saat ini, ada istilah medis yang lebih keren dari pada anak terbelakang. Tapi begitulah Dullah disebut. Anak terbelakang. Namun lingkungan dimana Dullah dibesarkan menyebutnya “wong edan”.

Dullah, seperti yang saya kenal adalah anak yang baik hati. Suatu saat, saya berkunjung ke kotanya. Dia senang sekali dengan kedatangan saya. Sibuk menawarkan berbagai hal yang mungkin saya perlukan. Apakah teh manis, apakah air putih, apakah kue ini atau kue itu. 

Saat saya keluar rumah, naik becak, Dullah mengikuti. Setelah transaksi dengan pak becak terjadi, maka Dullah berlari-lari di samping becak sampai ujung jalan sambil berulang ulang mengatakan kepada pak Becak, “Ini sodara saya nggak tau jalan, tolong antarkan sampai tempat ya Pak.. jangan sampai kesasar ya Pak..” Pak Becak menjawab, “Walaaah… dasar wong gendeng, sudah kamu pulang sana! Nanti malah kamu yang kesasar!”.

Waktu berlalu, lama tak bertemu Dullah, hingga suatu saat, sepulang kerja, saya terkejut melihat Dullah ada di rumah. “Hlo, kok kamu ada di sini?” Dullah tersenyum, dia menjawab, “Saya sekarang sudah kerja mbak”. Wah, benar-benar sebuah kejutan. “Kamu kerja? Kerja apa?” tanya saya terheran-heran. Dullah menjawab“Saya sekarang jadi kenek bis, kebetulan trayeknya lewat sini, jadi saya bisa sering-sering kesini kalau sudah selesai kerja. Supaya saya bisa selalu tau, mbak baik-baik saja atau enggak”.

Dullah memang benar-benar berhati baik. Saya senang sekali mendengar kabar ini. Bagi saya yang mengenal bagaimana terbelakangnya Dullah ini, mengetahui Dullah bekerja sebagai kenek bis sungguh membanggakan. Hebat. Dia bisa mandiri.

Dua tahun setelahnya, kabar gembira datang lagi dari si Dullah. Dia menikah. Dapat istri wanita normal. Tamatan D3, kerja kantoran. Luar biasa si Dullah ini. Benar-benar hebat. Tamatan SLB dapat istri tamatan D3 karyawan kantoran. Tuhan benar-benar luar biasa menunjukkan kebaikanNya.

Namun sayang, usia pernikahannya hanya berjalan kurang dari satu tahun. Di suatu pagi, saat si Dullah sedang lari pagi di komplek sekitar tempatnya tinggal, Dullah tertabrak sepeda, dan meninggal di tempat. Aneh ya.. tapi demikianlah adanya. Dullah meninggal tertabrak sepeda. Tanpa luka.

Keluarga hanya dapat berkesimpulan, bahwa ini adalah kehendak Yang Kuasa. Namun, bagi saya, kehidupannya adalah kehidupan yang luar biasa. Kita tidak pernah dapat menduga jalan Tuhan bagi setiap anak manusia.

.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar