Sabtu, 28 Februari 2015

Memalukan! Kasus Korupsi SKK Migas Mendunia

1377144451800023976

.

Mendapati bahwa kasus korupsi SKK Migas ditulis di berbagai media di dunia, membuat saya sebagai warga negara sangat malu. Minimal Singapura, negara yang mana perusahaannya memiliki kaitannya dengan kasus korupsi ini. Juga negara-negara tetangga, seperti berbagai surat kabar Malaysia dan Australia banyak memberitakan tentang korupsi SKK Migas.

Selain Singapore, Malaysia dan Australia, media-media yang menuliskan tentang korupsi SKK Migas juga dari Amerika, Cina, Italy, Qatar, dan media Timur Tengah tak ketinggalan. Apalagi media-media komunitas pertambangan dan energi. Semua membicarakannya.
Di antara media-media yang menulis tentang kasus SKK Migas dengan link yang saya sertakan adalah berikut ini: TIMENY TimesThe AustralianBusiness TimesHerald SunQatar TribuneNasdaqBloombergGulf TimesGlobal TimesAsia News.

Rasanya tidak habis pikir. Sementara saya malu membaca berita korupsi di Indonesia sedemikian mendunia, koruptor yang ditangkap malah senyum-senyum saja. Sama seperti tahanan KPK lainnya, selalu difoto dengan pose cengengesan. Apa sebenarnya yang dicengengeskan?

Soal korupsi yang mendunia ini, tentu jadi bahan tertawaan. Karena Indonesia juga dikenal dengan kasus-kasus intoleransi beragama. Seolah, calon penghuni surga tidak boleh dekat-dekat dengan calon penghuni neraka. Sehingga diusir-usir dari rumahnya, dilarang beribadah, rumah ibadahnya ditutup, kalau perlu dibakar.

Negara yang punya masyarakat religius, tapi malingnya mendunia.

Masak yang ‘tidak bermoral’ tidak mencuri, tapi yang beragama malah mencuri? Bagaimana anda bisa punya lifestyle seperti itu? Plus cengengesan kalau difoto?

Apa hanya saya yang malu membaca reputasi korupsi dan religi Indonesia yang mendunia?

Sudahlah, berhentilah fokus petantang-petenteng kasih tau orang kalau kita orang paling beragama, bermoral, berakhlak, tapi korupsinya masih punya rapot merah marun. Fokus saja dahulu punya negara yang reputasinya bersih dari korupsi. Barulah bisa tepuk dada dan bilang: kita orang beragama.

.

- Esther Wijayanti -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar