Jumat, 27 Februari 2015

PKS vs Tomy Winata

Hari ini Menteri Perdagangan Gita Wirjawan dan Tomy Winata (TW) melepas puluhan ton daging sapi seharga Rp.70.000/kg kepada masyarakat. Sementara sebelum ini, harga daging sapi sudah di atas Rp.100.000/kg. Rencananya, daging sapi ini akan disuply dalam jumlah banyak untuk menstabilkan harga pasar. Tentu saja, ibu-ibu lega. Harga daging sapi belakangan ini terasa mencekik.

Menurut pengakuan Tomy Winata, dia tergerak untuk turut menstabilkan harga daging di pasar, agar masyarakat dapat terbantu. Harga Rp.70.000,- menurutnya, semua pihak sudah mendapatkan keuntungan yang wajar.

Statement ini benar-benar “mengemplang” pelaku kebijakan. Jika harga Rp.70.000 sudah untung, kenapa harus mencekik masyarakat dengan harga di atas Rp.100.000/kg?

Agak sulit bagi saya untuk tidak menuduh Kementrian Pertanian dan kroninya, PKS sebagai pihak yang bermain di balik harga daging sapi belakangan ini. Kalaupun tidak bermain, Kementrian Pertanian merupakan pihak yang gagal melakukan swasembada daging sapi, dan melakukan kontrol harga pasar.

Saya jadi teringat pada 2 buah gosip yang tidak bisa saya buktikan kebenarannya. Gosip yang pertama adalah TW identik dengan Mafia Perjudian. Gosip yang kedua adalah PKS adalah Partai Dakwah.

Kok bisa ya, Partai Dakwah mencekik rakyat dengan harga daging sapi yang tinggi. Lalu TW memberesi kekacauan yang ditimbulkan oleh PKS, dan menjadi rahmat bagi sesama?

.

- Esther Wijayanti -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar