Tahun depan pemilu. Akhir dari masa jabatan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Presiden Republik Indonesia. Beliau kelihatannya sudah siap-siap pensiun. Buka akun facebook, buka akun twitter. Negara-negara sahabat juga telah mengucapkan terimakasih atas kerjasama dengan SBY selama ini dengan memberi berbagai penghargaan.
Dan tentunya, para pejabat daerah juga berterimakasih kepada Presiden yang telah menerapkan sistim otonomi daerah, sehingga daerah dapat menentukan kemajuan daerahnya sendiri, termasuk gantian bisa korupsi.
Bagaimana pertumbuhan ekonomi selama 10 tahun kepemimpinan SBY? Kebetulan saya bukan ahli ekonomi, jadi saya tidak akan membicarakan grafik pertumbuhan ekonomi, GDP dan ekonomi makro yang njelimet itu. Namun, sebagai orang yang penghasilan sehari-hari nya bergantung pada energi listrik, saya dapat menyimpulkan bahwa pertumbuhan ekonomi suatu negara berbanding lurus dengan konsumsi listrik di negara tersebut.
Makin tinggi penggunaan listrik untuk industri, maka makin tinggi pertumbuhan ekonomi masyarakatnya. Jika daya beli masyarakat meningkat, maka penggunaan listrik rumah tangga akan meningkat pula.
.
Screen capture dari mapsengine
.
Foto di atas adalah foto perbandingan Indonesia tahun 2003 dengan tahun 2012 dilihat dari angkasa luar. Terlihat jelas bahwa ketersediaan listrik, kepadatan penduduk dan daya beli masyarakat terhadap listrik, terkonsentrasi di pulau Jawa. Pembangunan tidak merata di tahun 2003 dilanjutkan hingga 2012. Sama tidak meratanya. Sesuai slogan: Lanjutkan.
Melihat peta konsumsi listrik di atas, kita dapat melihat, daerah-daerah mana saja yang pasca otonomi daerah tidak dimanfaatkan maksimal untuk membangun daerahnya sendiri. Jika tidak ada listrik, anak-anak sekolah tidak melek internet. Terbatas pada buku saja, yang distribusinya juga belum tentu sampai, apalagi ke Papua. Industri juga tidak dapat diangkat jika tidak bisa listrik, sehingga pendapatan masyarakat berat untuk ditingkatkan.
Bagaimanapun, kemajuan ekonomi Indonesia sepuluh tahun terakhir tetap terlihat dari konsumsi listrik penduduk. Apakah kita puas dengan kemajuan yang ada? Sudah cukup kah percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia? Mari kita lihat, bagaimana pertumbuhan ekonomi Indonesia dibandingkan dengan negara negara Asia Pasifik:
.
Asia Pasifik 2013
.
Posisi konsumsi listrik, yang menunjukkan tingkat perekonomian Indonesia tidak jauh berbeda dari India dan Cina. Sementara Jepang, yang porak poranda karena bom Hiroshima Nagasaki tahun 45 melesat jauh lebih maju dibandingkan Indonesia.
.
Asia Pasifik 2012
.
Terlihat bahwa India dan Cina mengalami pertumbuhan ekonomi yang signifikan dibandingkan negara-negara lain termasuk Indonesia. Malaysia juga menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dibandingkan Indonesia.
Dari gambar-gambar di atas, sudah puaskah kita dengan pertumbuhan ekonomi saat ini? Bagi saya ini tidak cukup. Masak kita kalah dengan India, Malaysia dan Cina, yang mana dahulu kita lebih unggul dari mereka?
Peta ini dapat dijadikan instrospeksi diri bagi kita bersama. Bagi pemerintah untuk lebih fokus dalam pembangunan. Jika seluruh area nusantara belum teraliri listrik, janganlah menteri BUMNnya malah main sinetron dan jadi bintang iklan. Kasihan anak-anak di daerah, sementara kurikulum SD sudah ada pelajaran komputer, sekolahnya malah belum ada listrik.
Bagi masyarakat, dapat mengambil kesimpulannya sendiri-sendiri. Jika wilayahnya gelap gelapan begini, bisa jadi pemimpinnya tidak kompeten memajukan daerah. Atau, memang senangnya gelap-gelapan?
.
- Esther Wijayanti -
Tidak ada komentar:
Posting Komentar