Bursa calon Kapolri menarik untuk disimak. Sembilan Perwira Tinggi Polri yang diusulkan Kompolnas sebagai calon Kapolri periode mendatang telah melakukan pelaporan harta kekayaan sebagaimana diwajibkan untuk setiap penyelenggara negara sebelum dan sesudah menduduki jabatan. Meskipun demikian, tidak semua pejabat melakukan pelaporan harta kekayaan secara rutin, sehingga data yang didapat tidak seluruhnya data terakhir.
Berikut ini adalah daftar penyetoran Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terakhir para calon Kapolri menurut detik.com :
1. Komjen Sutarman: Rp 5,35 miliar dan USD 24.200 per Agustus 2012
2. Komjen Budi Gunawan: Rp 4,68 miliar per Agustus 2008
3. Komjen Anang Iskandar: Rp 2,4 miliar per November 2009
4. Irjen Putut Eko Bayuseno: Rp. 482 juta per 2002
5. Irjen Tubagus Anis Angkawijaya Rp 1,85 miliar per 2013
6. Irjen Anas Yusuf : tidak ada data
7. Irjen Arief Wahyunandi: tidak ada data
8. Irjen Saud Usman: Rp 12,67 miliar dan USD 100 ribu per Januari 2013
9. Irjen Badrodin Haiti Rp 5,83 miliar dan USD 4000 per Oktober 2012.
Menarik. Ternyata jadi polisi bisa menjamin kehidupan. Menurut website resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, berikut ini adalah gaji pokok terendah hingga tertinggi Perwira Tinggi. Range gaji ditentukan berdasarkan masa kerja:
Brigadir Jendral Rp 2.788.100 – Rp 4.581.800
Inspektur Jendral Polisi Rp 2.875.300 – Rp 4.725.000
Komisaris Jendral Polisi Rp 4.303.700 – Rp 4.872.700
Jendral Rp 4.438.200 – Rp 5.025.000
Mari saya ambil contoh Irjen Saud Usman. Dengan jumlah kekayaan beliau per Januari 2013 dan asumsikan memperoleh gaji tertinggi seorang Inspektur Jendral Polisi, maka Irjen Saud Usman setidaknya telah memiliki masa kerja selama 241 tahun tanpa membelanjakan gajinya sama sekali. Untuk yang lain, anda dapat kalkulasi sendiri.
Apakah kekayaan para calon Kapolri didapat dari bisnis pribadi? Jika lebih menguntungkan menjadi seorang businessman, mengapa merangkap jadi polisi? Jika menjadi polisi, mengapa nyambi bisnis? Dengan profit bisnis sebesar itu, bagaimana laporan pajaknya?
Buat saya, kekayaan polisi tidak masuk akal. Sama tidak masuk akalnya dengan seorang Irjen Polisi punya bisnis jual beli keris sakti mandraguna maraiisonduebojotelu.
.
- Esther Wijayanti -
Tidak ada komentar:
Posting Komentar