Kasus anak SMP menjual temannya untuk jadi pelacur dengan tarip short time Rp.750.000 – Rp. 1.000.000,- di Surabaya sungguh fenomenal. Memperlihatkan bahwa banyak orang dewasa senang berhubungan sex dengan yang seumuran anaknya.
Semua tercengang. Kelompok-kelompok yang biasanya paling santer meneriakkan pelarangan lokalisasi prostitusi atas nama melarang prostitusi tidak ada suaranya. Mengapa? Karena yang dihujat bukan prostitusinya, tapi lokalisasinya.
Lokalisasi prostitusi dihujat dengan alasan: melokalisasi prostitusi artinya melegalkan prostitusi. Keren bener alasannya. Padahal, itu hanya kamuflase semata.
Lokalisasi prostitusi harus ditutup karena:
1. Kami tidak kebagian duitnya
2. Mau malak duit di lokalisasi nggak bisa. Bekingnya sereemm…
3. Lokalisasi dipasangi CCTV. Jadi kalau kami mau jajan, bisa ketauan. Gawat nih.
4. Melokalisasi prostitusi artinya pemerintah jadi mudah mengawasi. Gimana kita bisa jual-jualin ABG kalau begini?
6. Lokalisasi bisa menghancurkan bisnis perdagangan perempuan untuk sex yang sudah dibangun susah payah
7. Lokalisasi bikin susah ngumpet dari polisi
8. Kita nggak bisa order pesenan bos-bos kita. Karena semua jadi tercatat.
9. Jadi ketahuan kalau kita punya penyakit.
10. Jadi ketahuan kalau kita doyannya sama anak-anak.
11. Jadi ketahuan kalau kita doyannya sama laki juga.
2. Mau malak duit di lokalisasi nggak bisa. Bekingnya sereemm…
3. Lokalisasi dipasangi CCTV. Jadi kalau kami mau jajan, bisa ketauan. Gawat nih.
4. Melokalisasi prostitusi artinya pemerintah jadi mudah mengawasi. Gimana kita bisa jual-jualin ABG kalau begini?
6. Lokalisasi bisa menghancurkan bisnis perdagangan perempuan untuk sex yang sudah dibangun susah payah
7. Lokalisasi bikin susah ngumpet dari polisi
8. Kita nggak bisa order pesenan bos-bos kita. Karena semua jadi tercatat.
9. Jadi ketahuan kalau kita punya penyakit.
10. Jadi ketahuan kalau kita doyannya sama anak-anak.
11. Jadi ketahuan kalau kita doyannya sama laki juga.
Oleh karenanya, bubarkan lokalisasi ! Mari kita sukseskan perdagangan perempuan! Supaya prostitusi bisa digelar dimana-mana. Di Le Meridien. Di Lembang. Di jembatan dekat Petamburan. Di villa nya bos..
.
- Esther Wijayanti –
Tidak ada komentar:
Posting Komentar