Kamis, 26 Februari 2015

Rapat PKS di Turki untuk Membuka Keran Impor Agrikultur dari Israel?

Israel dan Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik, namun perdagangan antara kedua negara ini mencapai 750 juta USD pada tahun 2008, $450 juta USD pada tahun 2009. (sumber: The Jakarta Globe). Diperkirakan mencapai $500 juta USD pada tahun 2010.

Hubungan Indonesia-Israel diperkuat dengan dibukanya Konsulat Indonesia di Ramallah, yang diantaranya mencakup tugas-tugas hubungan diplomatik dengan Israel. (sumber: The Times of Israel)

Dikuatkannya hubungan Indonesia-Israel ini merupakan langkah lanjutan dari kunjungan KADIN sebelumnya pada tanggal 25-29 Juni 2006, dipimpin oleh ketua KADIN M. Hidayat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Livni dan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Israel.

Yang turut dalam rombongan diantaranya adalah mantan menteri Perindustrian dan Perdagangan Luhut Pandjaitan, Wakil Ketua KADIN Chris Kanter, Tata Susila Gunawan, Yusril Ihza Mahendra, Zuhairi Bin Misrawi dari NU dan Sandiaga Salahuddin Uno dari HIPMI. Muhammad Hidayat menandatangani perjanjian dengan Israeli Manufacturer’s Association (IMA) yang di dalamnya tercakup memfasilitasi sharing informasi dan join business projects di antara kedua negara. Perjanjian kerjasama ini ditindak lanjuti dengan beberapa agenda, termasuk di antaranya partisipasi Israel dalam forum infrastruktur di Jakarta, kemungkinan kerjasama proyek pembangunan agrikultur antara NU dan Israel, serta diskusi mengenai isu-isu antar agama (sumber: Cablegatesearch)

Di sektor pertahanan, tahun 1980an, Indonesia membeli 30 pesawat tempur Skyhawk dari Israel, dan semenjak itu, Indonesia membeli berbagai sistim persenjataan dari Israel, diantaranya UAV (Unmanned Aerial Vehicle) yang sering disebut dengan Drone, observation systems dan berbagai electronic system. (sumber: Israel Defense)
Israel, adalah salah satu negara pengekspor agrikultur terbesar di dunia, menggunakan teknologi agrikultur terbaik di dunia. Dengan Turki sebagai partner Israel sebagai gerbang Israel menuju berbagai negara di dunia.

Bicara impor agrikultur, kita sedang diramaikan dengan berbagai berita impor agrikultur yang dikuasai oleh PKS bersama-sama dengan Kementrian Pertanian, serta ribut-ribut soal kurma Israel yang dijual di supermarket-supermarket. 20,6 ton kurma dan 0,6 ton jeruk diimpor dari Israel tahun 2012 lalu (sumber: detik.com). Artinya kurma dan jeruk shantang dari Israel ini diijinkan masuk oleh Kementrian Perindustrian dan Perdagangan serta Kementrian Pertanian.

Sebagai partai yang belum lama ini mengumandangkan adanya konspirasi Zionis di tubuh partainya, PKS memilih Turki sebagai lokasi rapat konsolidasi kader di bulan April lalu.

Apakah PKS tidak mau menyia-nyiakan hubungan dagang yang sudah terbuka dengan Israel dengan melakukan penjajagan impor agrikultur lebih lanjut dari Israel, sehingga bukan hanya kurma dan jeruk saja yang diimpor?

Wallahualam bissawab.

- Esther Wijayanti -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar