Sabtu, 28 Februari 2015

Miss Dangdut Pantura

Heboh penolakan miss World oleh berbagai ormas Islam disertai berbagai ancaman, menurut saya berlebihan. Menolak budaya barat yang katanya tidak sesuai dengan budaya Indonesia, harus menutup aurat dan sebagainya, tapi para demonstran ini justru pakai pakaian Arab. Yang sama sekali bukan budaya Indonesia.

Apakah budaya Indonesia menutup aurat? Kan tidak.

Kita punya segudang sensualitas tradisi yang sudah membudaya di nusantara ini. Dangdut. Di seluruh pesisir pantai utara Jawa, dangdut benar-benar eksotik – erotik - sensual - tak terduga. Yang jelas-jelas lebih seronok dibandingkan miss World.

Bahkan lebih seronok dibandingkan Lady Gaga sekalipun. Dengan syair-syair lagunya dari percintaan sampai kesialan. Goyangnya, selain seronok, juga bikin terkaget-kaget yang melihatnya.

.

13789064461234457366

Sumber: kiriman teman.

.

Bagaimanapun, dangdut seronok seperti ini adalah bagian dari masyarakat kita. Musik yang dinikmati masyarakat. Gaya model begini tidak akan anda temui di acara Miss World.

Lalu, tidak cocok dengan budaya bangsa yang seperti apa yang sesungguhnya dimaksud oleh para ormas ini? Siapa yang sebenarnya membawa kemaksiatan?

Saya tidak melihat adanya kemaksiatan ditebar-tebar oleh kontestan Miss World. Ada agenda apa sehingga ormas-ormas ini sibuk mengajak masyarakat berprasangka negatif, dengan mengatakan bahwa Miss World membawa kemaksiatan?

Ingin dianggap eksis, dengan mengklaim memiliki legitimasi dari Tuhan, sebagai pemegang otoritas tertinggi dunia dan akhirat, maka pemerintah Republik Indonesia wajib tunduk pada ormas agama. Kalau tidak, maka dianggap melecehkan, sehingga perlu mempersiapkan sidang agamawan, perang, dan sebagainya.

Sudah tidak pada fokusnya, ini soal maksiat apa soal ingin dipandang eksis?

.

- Esther Wijayanti -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar