Jumat, 27 Februari 2015

Urgensi Kebutuhan RFID bagi Tahanan

13743295491921271757
Sumber: wi-fiplanet.com
.

Kasus kaburnya 212 tahanan dari LP Tanjung Gusta, dan 12 tahanan dari LP Batam menarik perhatian. Apalagi di antaranya terdapat napi teroris yang berhubungan dengan Al Qaeda.
Terlepas dari urgensi kebutuhan penambahan space untuk tahanan, nampaknya kebutuhan penggunaan RFID juga sangat urgen. Selain untuk memanage napi, juga menghilangkan hak istimewa tahanan untuk pergi ke mal, pulang ke rumah tiap sore, pergi ke singapore, dilantik jadi bupati maupun nonton turnamen tenis di Bali.

RFID (Radio Frequency Identification) adalah perangkat yang memancarkan radio frekwensi. Biasanya digunakan untuk tracking barang. Penggunaan pada narapidana sudah digunakan di beberapa negara. Bentuknya seperti jam tangan pada gambar. Bisa ditempatkan di tangan, bisa juga ditempatkan di pergelangan kaki.

Penggunaan RFID bagi tahanan memudahkan untuk memonitor tahanan. Menjauhkan kelompok tahanan yang saling bermusuhan dengan mentrigger alarm jika mereka berada pada jarak tertentu. Memisahkan tahanan pria dengan wanita. Jika terjadi penganiayaan, dapat dilihat history saat kejadian, siapa saja yang berada di sekitar napi tersebut pada jarak dekat pada jam tertentu. RFID juga mengirimkan signal untuk menggerakkan camera. Tracing apakah makanannya nambah atau tidak. Dan yang paling penting, tracking napi yang kabur.

RFID yang dipotong paksa atau dihancurkan, akan mentrigger alarm. Bagaimanapun, sebuah system bisa diakali jika petugasnya korupsi. Bisa saja RFID dibuka petugas yang disuap. Namun, tetap mengeluarkan record jika ada RFID dibuka oleh petugas saat waktu bebas belum tiba.

Kalau sistem pengawasan masih bisa dibeli. Maka bagi tahanan model begini, paling cocok adalah RFID implant.

.
1374329628334003323
Sumber: lawandisorder.org
.

RFID model ini, besarnya hanya sebesar beras. Di implant di tangan. Cocok sekali digunakan untuk tahanan KPK, guna men-tracing jika ada yang membayar sipir penjara agar bisa pergi ke bilik asmara di Lembang.

.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar