Senin, 23 Februari 2015

Ibuku Kok Banyak

Pada suatu pagi di ruang kelas TK B Tunas Bangsa Yang Ceria, setelah sama-sama bernyanyi Satu-satu Aku Sayang Ibu, bu guru berkata pada anak-anak.

Ibu Guru : Anak-anak, sekarang kita belajar tentang keluarga. Ibu mau kalian satu persatu menceritakan tentang keluarga. Ayo Dimas, maju ke depan. Ceritakan tentang keluargamu, pekerjaan orang tuamu, dan apa yang kamu rasakan tentang keluargamu.

Dimas maju ke depan.

Dimas : Aku anak pertama. Adikku ada satu. Namanya Cantik. Ayahku tentara. Ibuku punya toko batik. Aku bangga pada orang tuaku. Ayahku orang yang paling hebat di dunia. Dia bisa bikin layangan yang besar dan bisa berenang di tempat yang paling dalam. Aku senang kalau main layangan dan berenang sama ayah.

Anak-anak bertepuk tangan. Dimas duduk. Lalu Dini maju ke depan.

Dini : Aku punya kakak. Namanya Dono. Kakakku sudah besar. Dia kelas delapan. Kakakku adalah kakak yang paling hebat di dunia. Dia selalu menang main playstasion. Papaku kerja di bank. Mamaku tinggal di rumah. Hari minggu ini ayah berjanji untuk mengajak aku jalan-jalan ke Taman Safari. Aku sayang sama kakak, papa dan mamaku.

Anak-anak bertepuk tangan. Dini duduk. Bagus maju ke depan.

Bagus : Aku punya kakak banyak dan adik banyak. Anak-anak ayahku ada empat belas. Ibuku ada empat. Yang satu ibuku. Satunya lagi ibu tiri. Satunya lagi ibu tiri-tiri. Satunya lagi ibu tiri-tiri-tiri. Ayahku jarang pulang. Kata ibu, ayah sekarang tinggal sama mahasiswi yang suka dapat beasiswa dari ayah. Ayahku tidak punya waktu buat bermain sama aku. Jadi aku mainnya sama ibu saja. Aku sayang ibuku.

Bagus duduk. Ibu guru diam saja.

- Esther Wijayanti -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar