Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas, saat memaparkan hasil kajian kebijakan tata-niaga komoditas strategis daging sapi di Gedung KPK hari Rabu 20 Februari 2013 lalu mengeluarkan pernyataan menarik. (Kompas.com 26 Februari 2013).
“Jadi bisnis ini sudah dimiliki kartel. Kami menduga kartel ini ada jaringan dengan kapitalisme asing, di mana yang harusnya hak peternak dilindungi negara malah kena kartel asing,” Menurut Busyro, kebijakan tata niaga daging sapi ini sudah didesain untuk melegalkan praktik korupsi. Ada pihak yang begitu berpengaruh terhadap Kementerian Pertanian dalam menentukan kebijakan niaga daging sapi.
Kelompok-kelompok yang bermain dalam bisnis kartel ini, menurut Busyro, cenderung berani melangkahi aturan hukum, hingga kaidah agama. “Bisnis kartel ini, pelaku bisnis sangat mengandalkan patrolnya. Tidak perlu orang ahli, tapi yang penting adalah lobi-lobi, siapa yang berani menyuap. Kaidah hukum diterjang, kaidah agama diterjang,” katanya.
Busyro bahkan menduga kalau kelompok kartel ini berkaitan dengan jaringan kapitalisme asing. Dengan demikian, Pemerintah tetap membuka keran impor daging sapi meskipun sebenarnya mengetahui kalau peternak lokal bisa memenuhi kebutuhan daging nasional.
Sementara itu, seperti yang kita ketahui, saat ini Presiden PKS menjadi tersangka penerima suap impor daging sapi. Mengapa Presiden PKS yang menerima suap? Jika tidak ada hubungan antara PKS cq Presiden PKS terhadap buka tutupnya keran impor daging sapi, tentunya bukan Presiden PKS yang disuap bukan?
Dengan demikian, mengacu pada pernyataan Busyro Muqoddas, maka kartel yang berkaitan dengan jaringan kapitalisme asing dimaksud tentunya PKS cq Presiden PKS.
Pasca penangkapan Presiden PKS, dikeluarkan pernyataan oleh ketua FPKS Hidayat Nurwahid, bahwa penangkapan Luthfi Hasan disebabkan adanya konspirasi Zionis.
Zionis diduga menjadi pihak yang berperan penting dalam menurunkan Luthfi Hasan dan menempatkan Anis Matta menjadi ketua PKS saat ini. Dan Zionis pula yang diduga merupakan jaringan kapitalisme asing yang mendukung kartel impor sapi yang adalah PKS cq mantan Presiden PKS Luthfi Hasan.
Jika kita hubungkan pernyataan Wakil Ketua KPK - Ketua FPKS - penangkapan Presiden PKS – pengangkatan Presiden baru PKS. Dengan demikian Zionis lah yang diduga mengatur siapa ketua PKS, dan zionis pula yang diduga mendukung pembiayaan PKS melalui impor sapi.
Tentu saja dugaan saya ini memerlukan penelitian lebih lanjut. Tapi kenapa petinggi petinggi ini bicaranya demikian?
- Esther Wijayanti -
Tidak ada komentar:
Posting Komentar